Tee..tet...Tee..tet... suara handphone terdengar dari samping laptop tanda short message masuk.
Jam dinding sudah menunjukkan angka 5 (jarum panjang) dan jarum pendek di antara angka 11 sama 12, isi smsnya mengajak untuk keluar lumayan lah membuat paru-paru nyeri tergores angin malam. Kalau dipikir-pikir siap orang koplo yang tega sms menuju dinihari? Yeah..absolutly mbakbro Anisah -_-"a
Awalnya kami udah berencana untuk hangout bareng di malam hari (baca: ngabuburit sahur). Berhubung gagal terus awalnya, akhirnya dengan sedikit nekat kami putuskan untuk nge-real-in hari selasa kemarin lusa.
Harinya pas banget deh, besuk hari rabu pertama kuliah hahaha...kan minggu lalu kita upacara bendera (Mahmudah, 2011)
Aku sih memang sengaja begadang biar nggak kebablasan dengan rencana start jam 11 malam. Ternyata mbakbro telat ngirim sms sebagai tanda start dimulai (ceilee..kayak lomba maraton aja). Langsung aja aku gas motor ke daerah Galunggung, tempat kosnya mbakbro yang sangat agamis (deket pesantren boy). Setelah menjemput mbakbro di depan gang kosnya, kita keliling-keliling aja (maklum blind destination) mulai dari jalan raya Dieng-Retawu-Ijen-Bandung-Garut. Nah di jalan Garut (kalo gak salah baca) tempatnya di belakang POM Bensin jalan Bandung ada taman pertigaan yang dipasangi tiang lampu dan lampu kelip-kelip yang dibuat menjadi bentuk-bentuk unik. Mbakbro minta berhenti di sini buat foto-foto jadi ya monggo di cek (maaf hasilnya lumayan jelek) :
 |
| Gaya anak muda zaman kini #mbakbro |
 |
| Lampu kelap-kelip di tiang |
Next destination adalah bangunan tua karena ini permintaan mbakbro jadi rencana ke FO Cargo tapi tutup, jadi ke Bunderan Balai Kota (baca : Bunderan Tugu) via jalan Garut-Bandung-Sutami-Gajayan-M.T.Haryono-SoekarnoHatta-Borobudur-Sutoyo-A.Suprapto-Pattimura-Suropati-Tugu. Langsung saja ini fotonya :)
 |
| Kolam teratai dan Balai kota di balik jeruji |
 |
| Mbakbro sedang nge-check hasil fotonya |
 |
| Teratai yang 'fotosintesis' dengan sinar lampu :p |
 |
| eh..ada lampu, aku foto di sana yah! |
 |
| Pandan dan Terang |
Ketenangan bioma buatan ini memberikan aura positif bagi perenung, selain juga banyak spot unik yang enak buat dieksplorasi lagi. Oke..kami lanjutkan perputaran roda si kuda besi, sasaran selanjutnya adalah Ijen Nirwana Residance (saran mbakbro) menyusuri jalan Tugu-Basuki Rahmat-Merdeka Utara-Merdeka Timur-KH. Agus Salim-Gatot Subroto-Pasar Besar-Kyai Tamin-Sutan Syahrir-Ade Irma-Hasyim Ashari-Kawi-Ijen Nirwan. Jalan masuknya lebar banget dan lumayan sepi (maklum menjelang waktu santap sahur), melewati portal masuknya aman-aman saja masihan dan terus aja lempeng sampai ketemu bunderan pohon gede (kayaknya pohon asem-Tamarindus indica) yang horor banget (inget film Harry Potter and The Chamber of Secrets). Nah awal permasalahan muncul setelah kita berhenti di lorong di pinggir jalan, tempatnya memang cocok jadi spot hunting foto lho. Baru nyalain kamera, eh ada bapak naik mio merah menanyakan identitas dan tujuan ke area itu malam-malam. Then..langsung kita disuruh ke pos jaga buat tanda tangan surat pernyataan (kita nunggu setengah jam di lorong, kedinginan, belum makan dan gak boleh foto). Yups..ingat Ndes JANGAN LUPA IZIN PETUGAS BERWENANG KEMANAPUN KAMU PERGI KE SUATU DAERAH
Maaf mas-mbak, di sini memang ada aturan tidak boleh mengambil foto. Takutnya ada apa-apa kan kami security-nya yang ditegur sama pihak Manajemen. Soalnya dulu pernah kejadian foto di sini dan di upload di FB, kami kecolonganSuryadi, petugas security Ijen Nirwana Residance, 2011
Nah itulah kalau kita kurang perencanaan, bakal dapat kejutan yang Full Colour of Your Life, trust me it work! Ciao :)