Hari Selasa 22 Tahun Lalu

Kita tidak pernah bisa meninggalkan keluarga, meskipun mereka meninggalkan kita -Furious 6-
     Saya tidak pernah ingat bagaimana saya dilahirkan, menurut cerita dari para sepuh yang mendampingi Ibu semuanya diungkap kepada saya. Bayangan tentang proses kelahiran yang melelahkan, rasa sakit yang 'seharusnya' teramat sangat, dan harapan akan sebuah mukjizat menyatu pada seorang bayi tepat hari Selasa siang 22 tahun yang lalu.
     Saya tidak pernah ingat bagaimana proses awal Ibu merawat dan mengasuh saya sampai saya berani berbuat salah dan menyakiti hati Beliau. Perbuatan masa balita yang mungkin dianggap lumrah meskipun sempat mendidihkan kolam kesabarannya.
     Hari Selasa 30 Juli 2013 ini saya merasakan penuh kesyukuran sudah dilahirkan dalam keluarga yang utuh dan tangguh. Terima kasih sudah diperkenankan merasakan menjadi kakak pertama, memperoleh pengalaman hidup dari Beliau-Beliau yang dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab ngemong kaliyan nggembleng kami sebagai keluarga yang satu.
     Ibu-Bapak pun menjawab dengan rasa terima kasih karena memberi Beliau kesempatan untuk selalu belajar menjadi orang tua seturut rencana Tuhan. Saya sebagai anak hanya berharap semoga usia 22 ini dapat saya dedikasikan kepada Beliau-Beliau dan Adek-Adek. Rasa syukur atas sebuah keluarga dan pembelajaran hidup yang sebenarnya.
     Mungkin dulu saya pernah iri dengan keluarga lainnya, akan mudahnya mendapatkan ini-itu, tetapi sekarang saya hanya ingin tekankan bahwa keluarga yang paling istimewa nan indah adalah keluargamu apapun itu keadaannya saat ini. Kehangatan dan kasih sayang berawal dari keluarga, bertumbuh dalam proses pendewasaan juga dari 'keluarga', sebab keluarga adalah segalanya yang memberikan proses tersebut dalam kehangatan. Berkah Dalem.