Mumpung fullmoon

X : Hari ini tanggal berapa sih?
Y : Tanggal 15 Juni jo..
X : Wah pantesan bulannya bulet dan gede banget!
Y : Emang kenapa kalo tuh bulan gede bulet?
X : Pengen romantis-romantisan dikit :p
Y : Aheey..
(Maaf, ini pembicaraan ababil zaman sekarang yang sok gaol gitchu dyech..)


Ini merupakan hasil olah pikir selama 3 detik sambil mengagumi fullmoon sambil ngedengerin lagu Moon on the Water mantab Nda..

Ngabuburit Sahur

Tee..tet...Tee..tet... suara handphone terdengar dari samping laptop tanda short message masuk.
Jam dinding sudah menunjukkan angka 5 (jarum panjang) dan jarum pendek di antara angka 11 sama 12, isi smsnya mengajak untuk keluar lumayan lah membuat paru-paru nyeri tergores angin malam. Kalau dipikir-pikir siap orang koplo yang tega sms menuju dinihari? Yeah..absolutly mbakbro Anisah -_-"a

Awalnya kami udah berencana untuk hangout bareng di malam hari (baca: ngabuburit sahur). Berhubung gagal terus awalnya, akhirnya dengan sedikit nekat kami putuskan untuk nge-real-in hari selasa kemarin lusa.


Harinya pas banget deh, besuk hari rabu pertama kuliah hahaha...kan minggu lalu kita upacara bendera (Mahmudah, 2011)
Aku sih memang sengaja begadang biar nggak kebablasan dengan rencana start jam 11 malam. Ternyata mbakbro telat ngirim sms sebagai tanda start dimulai (ceilee..kayak lomba maraton aja). Langsung aja aku gas motor ke daerah Galunggung, tempat kosnya mbakbro yang sangat agamis (deket pesantren boy). Setelah menjemput mbakbro di depan gang kosnya, kita keliling-keliling aja (maklum blind destination) mulai dari jalan raya Dieng-Retawu-Ijen-Bandung-Garut. Nah di jalan Garut (kalo gak salah baca) tempatnya di belakang POM Bensin jalan Bandung ada taman pertigaan yang dipasangi tiang lampu dan lampu kelip-kelip yang dibuat menjadi bentuk-bentuk unik. Mbakbro minta berhenti di sini buat foto-foto jadi ya monggo di cek (maaf hasilnya lumayan jelek) :
Gaya anak muda zaman kini #mbakbro


Lampu kelap-kelip di tiang
Next destination adalah bangunan tua karena ini permintaan mbakbro jadi rencana ke FO Cargo tapi tutup, jadi ke Bunderan Balai Kota (baca : Bunderan Tugu) via jalan Garut-Bandung-Sutami-Gajayan-M.T.Haryono-SoekarnoHatta-Borobudur-Sutoyo-A.Suprapto-Pattimura-Suropati-Tugu. Langsung saja ini fotonya :)
Kolam teratai dan Balai kota di balik jeruji


Mbakbro sedang nge-check hasil fotonya


Teratai yang 'fotosintesis' dengan sinar lampu :p


eh..ada lampu, aku foto di sana yah!


Pandan dan Terang
Ketenangan bioma buatan ini memberikan aura positif bagi perenung, selain juga banyak spot unik yang enak buat dieksplorasi lagi. Oke..kami lanjutkan perputaran roda si kuda besi, sasaran selanjutnya adalah Ijen Nirwana Residance (saran mbakbro) menyusuri jalan Tugu-Basuki Rahmat-Merdeka Utara-Merdeka Timur-KH. Agus Salim-Gatot Subroto-Pasar Besar-Kyai Tamin-Sutan Syahrir-Ade Irma-Hasyim Ashari-Kawi-Ijen Nirwan. Jalan masuknya lebar banget dan lumayan sepi (maklum menjelang waktu santap sahur), melewati portal masuknya aman-aman saja masihan dan terus aja lempeng sampai ketemu bunderan pohon gede (kayaknya pohon asem-Tamarindus indica) yang horor banget (inget film Harry Potter and The Chamber of Secrets). Nah awal permasalahan muncul setelah kita berhenti di lorong di pinggir jalan, tempatnya memang cocok jadi spot hunting foto lho. Baru nyalain kamera, eh ada bapak naik mio merah menanyakan identitas dan tujuan ke area itu malam-malam. Then..langsung kita disuruh ke pos jaga buat tanda tangan surat pernyataan (kita nunggu setengah jam di lorong, kedinginan, belum makan dan gak boleh foto). Yups..ingat Ndes JANGAN LUPA IZIN PETUGAS BERWENANG KEMANAPUN KAMU PERGI KE SUATU DAERAH
Maaf mas-mbak, di sini memang ada aturan tidak boleh mengambil foto. Takutnya ada apa-apa kan kami security-nya yang ditegur sama pihak Manajemen. Soalnya dulu pernah kejadian foto di sini dan di upload di FB, kami kecolonganSuryadi, petugas security Ijen Nirwana Residance, 2011
Nah itulah kalau kita kurang perencanaan, bakal dapat kejutan yang Full Colour of Your Life, trust me it work! Ciao :)

Bulan Gini di Perantauan

Bulan Juli, Juni, Agustus tiap tahunnya selalu dingin di Malang. Padahal di bulan-bulan lainnya nggak kayak gitu lo.. Mungkin istilah IT-nya restart cuaca kali ya :)
Jadi gini ceritanya, tiap pagi bangun di atas jam 05.00 WIB karena asik 'melungker' dan colekan angin subuh yang hem..bikin tambah asik membenamkan tubuh di dalam selimut. Abis bangun langsung buka laptop+online sambil nonton TV (mohon dimaklumi, bulan ini kampus masih masa tamasya non-aktif perkuliahan) sampai siang. Setelah itu keluar cari makan sebungkus, online lagi atau langsung molor melanjutkan tradisi masyarakat Jawa mbatik dalam konteks lain (ngiler). Sorenya bangun tidur dengan jiwa yang masih separoh (mungkin masih digondol hantu lewat, diajak maen ke 'rumahnya') ambil remote dan mecet tombol ON. Malam harinya setelah makan (biasanya sih lalapan) buka laptop lagi, online lagi sampe jam 23.00 WIB atau kalo gak jam 01.00 WIB.
Yah mungkin temen-temen pada mikir, "Kenapa gag mudik aja atau liburan kemana gitu, paling enak kan ngisi liburan kuliah kayak gitu!". Kenyataannya gag seperti itu boy-sist, percayalah bahwa Universitas Negeri Malang kami yang tercinta tertua di Kota Bunga ini sedikit/mungkin banyak mbalelo sama aturan pemerintah. Mahasiswa disuruh bayar SPP untuk 1 semester dengan masa efektif + 3 bulan, bayangin coba this is corruption. Oke..oke..kita tinggalin masalah satu ini, itu bukan urusan kita selama KPK belum kena SP (Surat Pailit). Kita fokus sama masalah masa libur panjang (triwulan), apalagi abis itu masuk kuliah 'cuma' 1 minggu di saat puasa (sori..saya tidak menunaikan ibadah yang satu ini) terus libur HR Idul Fitri. Bukannya saya sok pinter, sok aktivis, atau apalah namanya (asli Gan..saya ini songong abis) tapi setidaknya saya mempertanyakan uang dari orang tua+uang jajan pula.
Sepertinya pembicaraan kita udah ngelantur kemana-mana deh, baik kembali ke first page, yaitu problematika saya di malang selama bulan-bulat terdingin di malang selama 1 tahun. Baiklah saya mulai lagi pembicaraannya, um..malah bingung sendiri abis nulis paragraf terakhir ini.
Mungkin cukup sekian dulu postingan saya (maaf kapasitas HD otak saya sudah panas) jadi semoga bisa kita lanjutkan kapan-kapan lagi :)